Biografi
Identitas buku : Zulkifli Lubis Bapak Intelijen Indonesia
Penulis : Tim Historia
Penerbit : Buku Kompas
Tahun Terbit : 2020
Cetakan ke : -
Tebal Halaman : 112 halaman
ZULKIFLI LUBIS
BAPAK INTELIJEN INDONESIA
Keistimewaan Tokoh
Zulkifli Lubis adalah salah satu murid terbaik Peta, dia sangat pintar segala macam. Jika Indonesia merdeka, Zulkifli Lubis pasti akan menjadi presiden pertama di Indonesia.
Hal yang dapat diteladani
Kita sebagai warga negara, harus bisa bertanggung jawab dalam menghadapi permasalahan yang ada. Kita juga belajar dari tokoh ini, bahwa kalau kita berantem, jangan lawan yang kecil dari kamu tapi carilah lawan yang lebih besar dari kamu, makna dari kata ini, kita tidak boleh lawan/tidak boleh takut kepada orang yang lebih kecil dari kita tapi carilah orang yang lebih besar dari kita.
Inspirasi Hidup
26 Desember 1923 Zulkifli Lubis lahir di banda aceh
1940 Menyelesaikan sekolah dasar (HIS) dan sekolah menengah pertama (MULO) di Aceh.
1942 sekolah menengah atas di AMS-B Yogyakarta sampai kelas dua karena jepang datang. Dia kemudian masuk Seinen Kurenso (tempat latihan pemuda) di Yogyakarta.
Januari 1943 Masuk sekolah Intilijen Seinen Dojo (tempat penggemblengan pemuda) di Tangerang. Setelah lulus melanjutkan ke Renseitai (pusat pelatihan perwira) di Bogor dan menjadi asisten Instruktur pendidikan shodancho (komandan peleton).
Februari 1944 Melatih sekitar 1.500 orang untuk tiga daidan (batalion) di Bali sampai Juni 1944. Setelah itu, belajar teori dan praktik intelijen malaysia, singapura, dan malaka (Penang).
Hal yang menarik/berkesan
Zulkifli Lubis mendirikan PT Riau Timas, perusahaan penambangan pasir dan Ia menjadi asisten struktur pendidikan shodancho (komandanpeleton).
Watak Tokoh
Zulfikli lubis adalah seorang Bapak intelijen indonesia yang bertanggung jawab dalam menghidupi keluarga dan menghadapi permasalahan yg ia hadapi.
Peristiwa penting yang dialami
Peristiwa Cikini atau dikenal juga Tragedi Cikini merupakan sebuah percobaan pembunuhan terhadap Presiden Soekarno pada Sabtu, 30 November 1957. Waktu itu, datang sekelompok orang melakukan percobaan pembunuhan terhadap proklamator kemerdekaan RI itu dengan melemparkan beberapa granat. Percobaan pembunuhan itu disebut-sebut dilakukan oleh Gerakan Anti Komunis (GAK). Setelahnya, muncul tuduhan bahwa Zulkifli Lubis, tokoh intelijen dan mantan Wakil Kepala Staf Angkatan Darat sebagai dalang utama karena posisinya sebagai pimpinan GAK. Mendengar insiden di Cikini yang diduga melibatkan GAK, Lubis tak lama langsung mengetahui pelakunya. Dia mendapat informasi dari Ibrahim Saleh, ketua asrama pemuda Sumbawa di Gang Ampiun yang langsung datang memberitahukannya. Mendapati Jusuf Ismail yang bersama tiga temannya yakni Saadon bin Mohammad, Tasrif bin Husein, dan Moh Tasin bin Abubakar sebagai tersangka utama aksi penggranatan, Lubis menebak bahwa dirinya akan dituduh menjadi otak Peristiwa Cikini. Parahnya lagi, dia sedang berstatus buronan setelah percobaan kudeta pada 1956. Pada akhirnya, Lubis memilih melarikan diri ke Sumatera. Benar saja, tak lama kemudian Nasution dan orang kepercayaannya, Letkol Sukendro, menuduhnya sebagai otak di balik penggranatan di Cikini. Setelah insiden penggranatan itu, pelaku memang dengan cepat diringkus. Dipimpin Komandan Komando Militer Kota Besar Djakarta Raya Mayor Dachjar, para pelaku langsung ditangkap dan kemudian divonis mati. Nama-nama pelaku itu memang dikenal dekat dengan Lubis. Mereka menganggap Lubis tokoh penting yang sejalan sebagai penentang Soekarno.
Perbuatan/Tindakan/Sikap
Zulkifli Lubis meyakini jika anggota Yuggeki memiliki loyalitas yang kuat dalam memperjuangkan kemerdekaan.
Jasa untuk bangsa
Ia merencanakan gerakan militer ke ibu kota untuk menurunkan kabinet.Ia menggagalkan prosesi pelantikan KSAD terpilih Kolonel Bambang Utoyo.
Komentar
Posting Komentar